Sebelum anda mengistirahatkan tubuh anda yang
telah terkuras dalam aktifitas sepanjang hari ini, ada baiknya anda
menyimak sedikit ulasan tentang tidur dari penulis yang satu ini. (^__^)
Tiada satupun manusia normal di bumi ini yang
tidak melakukan aktifitas tidur, meskipun hanya beberapa saat saja
dalam sehari.Dahulu orang tidur dengan menggunakan bantal kayu atau batu
sekalipun atau bahkan tidak memakai bantalan, bayangkan betapa kerasnya
itu. Sedangkan saat ini kita enak,sudah dapat menggunakan yang
empuk-empuk sebagai alas kepala untuk tidur. Tapi sebenarnya tidur
dengan menggunakan bantal kayu atau batu itu menyebabkan orang-orang
dahulu bisa bangun dengan segar bugar,karena tubuh dapat beristirahat
total saat tidur.
Terlepas dari menggunakan alas kepala apapun,
posisi tidurpun dapat menentukan kita dapat beristirahat dengat total
atau tidak saat tidur. Posisi tidur yang benar adalah tubuh kita miring
ke kanan atau ke kiri dengan kaki bagian atas di tekuk, dan tangan kanan
sebagai bantal. Tidur dengan posisi seperti ini bermanfaat agar darah
dapat mengalir ke otak dengan sempurna, karena posisi kepala lebih
rendah dari jantung. Sedangkan posisi tidur yang membuat bodoh adalah :
telentang,tengkurep dan kaki mengangkang, posisi ini diibaratkan sebagai
cara tidurnya binatang, karena dengan posisi seperti itu peredaran
darah tidak lancer,perut dan dada tertekan,juga aliran darah ke otak
menjadi tersumbat.
Cara tidur dengan memiringkan badan ke kanan adalah salah satu adab dalam tidur dan dalam penjelasan medis banyak sekali manfaatnya,diantaranya adalah:
Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi
dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi
organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ
tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas
seperti makan, memegang dan lainnya.
Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka
otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktifitas organ tubuh bagian
kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang
melambat saat diam atau tidur.
Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan
darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan
atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang
beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan,
dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).
2. Mengurangi beban jantung.
Posisi tidur kesebelah kanan yang rata,
memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan
terkonsentrasi di sebelah kanan (bawah). Hal ini akan menyebabkan beban
aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi
ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan
menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur.
Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak
tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang
lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri
menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke
atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di
atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih
banyak dari paru-paru kiri.
3. Mengistirahatkan lambung.
Lambung manusia berbentuk seperti tabung
berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah
kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran
chime ( makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam
lambung ) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses
pengosongan lambung.
Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan
akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini
juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik
menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.
4. Meningkatkan pengosongan kantong empedu dan pancreas.
Adanya aliran chime yang lancar akan
menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah
pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan
meningkat dengan posisi mirin ke kanan.
5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.
Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan
posisi sebelah kanan, maka perjalanan makan yang telah tercerna dan siap
di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus
hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lamam selamat tidur
memungkinkan penyerapan bias optimal.
6. Merangsang buang air besar.
Dengan tidur miring ke sebelah kanan, proses
pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh. Jika
sudah penuh, akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari
otot anus sehingga mudah buang air besar.
7. Mengistirahatkan kaki kiri.
Pada orang dengan pergerakan kanan, secara
ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung
menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri
biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalagi kaki menempati
posisi paling bawah. Dan aliran darah di kaki untuk kembali cenderung
lebih lambat. Jika tidur miring kanan, maka pengosongan vena kaki kiri
akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang.
8. Menjaga kesehatan paru-paru.
Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan
dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan
condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena
paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah
kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu
ini sangat tidak baik.
9. Menjaga saluran pernapasan.
Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke
pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi
telentang, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah. Yang
juga mengakibatkan seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat
tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat
mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik yang akan
membangunkannya dari tidur. Orang tersebut biasanya akan bangun dengan
keadaan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk ke otak. Tentunya ini
sangat mengganggu kualitas tidur.
Dalam beberapa hadist juga disebutkan posisi tidur yang baik,diantaranya:
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR.
Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu
Hibban No. 2350)
“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu
adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud
dengan sanad yang shohih)
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi
wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan
berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” [Hadist Riwayat
Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)]
“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan
(tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu
untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)
Subhanallah…
Itulah beberapa manfaat hasil riset medis
mengenai manfaat apa saja yang kita dapat bila tidur dengan posisi
memiringkan badan ke kanan, maka sungguh sangat sombong manusia, apabila
manusia tidak mentaati tuhannya yang maha hidup lagi terus menerus dan
tidak tertimpa rasa kantuk dan jua tidur. Sedangkan manusia hanyalah
mahluk lemah yang apabila satu kegiatan ditinggalkan (seperti tidur yang
kelihatannya sepele), ternyata dapat mengakibatkan dampak buruk bagi
manusia itu sendiri sampai berujung kepada kematian.
Dengan kita memilih posisi tidur yang tepat
maka akan terasa khasiatnya bagi kesehatan tubuh kita. Disamping itu ada
beberapa kebiasaan kita yang seringkali kita lakukan sebelum kita tidur
diantaranya adalah mendengarkan music atau menonton televisi sampai
kita tertidur,dan tidak mematikan lampu ruangan hal tersebut akan
menyebabkan rangsangan cahaya yang terlalu banyak sebelum mata kita
terpejam yang nantinya akan berefek pada otak yang tidak optimal dalam
melakukan defragmentasi data-data yang terekam sebelum kita tertidur,
hal ini akan berdampak pada daya ingat untuk jangka waktu yang cukup
lama. Sulit memang kebiasaan tersebut untuk dihilangkan, bahkan untuk
beberapa orang justru kebiasaan-kebiasaan tesebut malah membuat mereka
mudah tertidur, namun pada kenyataannya justru setelah terbangun meraka
menjadi lebih tegang (stress).
Penjelasan: Pada saat kita tidur
sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan
aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu
menjalankan sistem metabolisme tubuh. Pada malam hari, seiring
menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalami
penurunan. Namun apabila kita tidur sambil mendengarkan musik, televisi
dalam keadaan hidup atau lampu ruangan sedang menyala terang, maka
gelombang suara atau cahaya yang dipancarkan oleh peralatan tersebut
tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita. Gelombang
suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang
cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan
lensa mata . Gelombang-gelombang tersebut akan diteruskan ke otak kita.
Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerja
dan mengolah informasi yang masuk. Apabila hal ini berlangsung sepanjang
malam, berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak
menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk
tersebut. Jadi jangan biarkan otak Anda kelelahan karena harus tetap
bekerja pada malam hari, sedangkan di siang hari otak juga akan diperas
oleh kegiatan rutin kita
Sejauh kita membaca artikel ini tidur memang
baik, namun janganlah sebagian waktu kita dalam sehari dipakai untuk
berbaring dipembaringan kita tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat
atau bernilai. Sebenarnya, tidak akan jadi masalah kita tidur dalam satu
hari mencapai 12 jam sekalipun. Dengan ketentuan 12 jam
lainnya kita gunakan benar-benar bermanfaat dan bernilai ibadah.
Ironisnya, selain tidur kita lama, dan hampir menyita sebagian waktu
kita, sisa jam lainnya yag tersisa sering kali tidak kita dedikasikan
kepada Allah swt. Hanya sekadar bengong, memandangi televisi,
mendengarkan musik, atau habis di jalanan setelah kuliah atau bekerja.
Setelah kita mengetahui manfaat tidur dan
posisi yang baik dalam tidur itu bagaimana, selanjutnya adalah waktu
yang baik untuk tidur.Waktu yang baik untuk tidur adalah jam 20.00 WIB –
01.00 pagi, selanjutnya jam 01.00 – 04.00 digunakan untuk belajar,jam
04.00 – 06.00 waktunya untuk berolahraga, begitu seterusnya.Sedangkan
waktu yang tidak baik untuk tidur adalah jam 06.30 WIB setelah matahari
terbit,lalu pada tengah hari jam 11.30 – 12.30, dan jam 17.30 saat
matahari terbenam.Tidur pada waktu-waktu seperti itu akan mengakibatkan
seseorang linglung dan membuat setengah kesadarannya hilang,hal tersebut
diakibatkan oleh keseimbangan alam yang pada waktu-waktu tersebut harus berada dalam kondisi sadar.
Itulah sharing penulis kali ini, semoga bermanfaat dan akhir kata, selamat beristirahat dengan baIK
!!!SEMOGA BERMANFAAT YA FRIEND!!!
0 komentar:
Posting Komentar